10.6.14

Fuel, drive...etc

Setiap orang ada sumbernya untuk menzahirkan sebuah karya baik ilmiah maupun naratif. Suatu drive yang invisible layak diterima-pakai oleh si penulis sahaja dan hasilnya nanti dinikmati khalayak ramai.

Fuel / drive yang terus memacu untuk menulis itu boleh datang dalam berbagai bentuk emosi - secara kognitif nya hanya mainan hormon dan synapse memori. Input dalam bentuk zahir dan batin.

Aku cuma nak beritahu bahwa aku antara 85% manusia yang mengatasi kesedihan dengan mendengar lagu dan lirik yang emosi cam gampang. Bagi aku, itu cara aku simpati dengan diri sendiri. Celebrate segala kehilangan, kebodohan, sebal dan negativity. Bila muak, aku akan cari lagu lain pula untuk kembali bangkit. That's how I roll, omputih kata.

Sesetengah orang menulis dengan menggunakan drive emosi negatif - kecewa, tekanan, sakit hati, kehilangan yada yada yada.. they're surprisingly good! Hasil nukilan rasa lebih raw dan pure.

Seolah..bila kau hilang balancing dalam suatu perkara, kau akan gained a new balancing dalam perkara lain.

I guess, that's just how the world works.. bukan semua benda baik itu baik..dan benda buruk itu buruk. Kadang yang hodoh itulah cantik dan yang kuat itu sebenarnya lemah.