11 March 2013

Pintaku

Pada jemari kasarmu itu ada biji mutiara airmata ku yang kau seka daripada jatuh menyembah tanah tandus. Kau percikkan ia ke udara hamis dengan harapan agar pudarlah juga kesedihan yang membaluti hati dan jiwa ku yang mulai tua, mati.

Mentera janji kau gumam senyap dalam hati agar menjadi tekad dan bukan sekadar lafaz dua kata. Janji untuk menjaga pedoman aku agar tak tumbang dan sekali lagi goyah diancam peri masalah.
Kerna aku ini hak kamu dan kamu itu punya nya aku.

Sisir tepi rambut ikal mayang ini. Bawa wajah penat dan tubuh gusar ini ke dalam pelukan. Damaikan ia seperti damainya Sungai Lui. Alirkan semangat baru ke pundak bahu ini. Tiuplah ruh segar ke ubun-ubun ini. Biar jadi manusia bermutu bukannya tinggal dimamah kematu, bergerutu. Kerna aku ini haknya kamu dan kamu itu punya nya aku.