18 May 2011

Disturbing


Mengacau

Aku ada ketakutan yang selama ini aku sembunyikan jauh di belakang tempurung kepala.
Masih teringat bagaimana aku tenggelamkan memori itu sehingga aku lupa, aku leka.
Meringkuk dalam pembaringan di atas katil, angin kipas yang dingin dan 
yang meneman hanyalah dentuman kasar guruh.
"Seksa."
Satu ayat terpacul dan terawang atas kepala.
Tak guna kalau dikorek balik apa yang sudah tertimbus.
Barangkali hanya lubangnya yang belum cukup dalam.

Sembunyikan rangka memori itu pakai kanvas baru.
Akan aku lakar warna pelangi syurga pada kanvas itu.
Berbekalkan tiub bahagia.

Ia tidak ada hak untuk musnahkan semua yang aku punya sekarang.