23.8.10

cinta yang bermukim atau bermusim.

Greetings~


persoalan ini menikam-nikam benak aku.menari-nari seperti Degas; cantik tetapi mampu memilukan.


 adakah bibit cinta yang manis semanis bubur pulut hitam yang sedang aku alami sekarang adalah cinta yang bermusim? cinta yang hanya datang ketika musim kemarau kasih sayang dalam hati.. seperti musim panas di India; tanahnya gersang, tanaman tidak menjadi dan hidupan banyak yang mati. dan datangnya cinta yang aku kecap ini seperti musim bunga; airnya cukup untuk menyuburkan tanah dan buat kelangsungan hidupan sejagat, dan warna yang terbit dari setiap kelopak bunga hadir bersama pelangi indah setiap petang.


aku gusar.. adakah cinta yang aku kecap ini cinta bermusim?


wajarkah aku samakan cinta ini dengan cinta bermukim? saat cinta aku ziarah di Mekah, aku merasakan tiupan lambaian kaabah. memanggil-manggil jiwaku untuk bersatu dalam nur keindahan Ilahi. saat cinta ini berlabuh di Madinah, aku amat berterima kasih dengan kekasihNya, ya Rasulullah saw; yang mengasihi setiap hambanya walaupun baginda tidak pernah melihat aku, hamba yang hina. betapa besar jiwa dan murahnya hati baginda mengasihi aku hamba yang hina, jahil beragama. 


aku gusar..jika cinta ini kembali berlabuh di perlabuhan semalam. perlabuhan yang penuh dengan upacara dagangan maruah dan dosa. bagaimana dengan cinta yang peroleh dalam musim ramadhan ini? mampukah aku pelihara cinta yang aku damba dalam mukim keinsafan ini?


mampukah aku Ya Rabb? mampukah aku pertahankan cinta ini?


"bertahanlah sayang". aku dengar bisikan.



So when the time gets hard 
There’s no way to turn 
As He promises to you 
He’ll always be there 
To bless us with His love and His mercy coz 
As He promises to you 
He’ll always be there 

He’s always watching us, guiding us 
And He knows what’s in our little heart 
So when you lose your way to Allah 
You should turn 
As He promises to you He’ll always be there ...